⚠️ Kritik dan Kontroversi Pemerintahan Prabowo Subianto

Evaluasi Kritis terhadap Kebijakan dan Program yang Kontroversial

⚖️ Catatan: Halaman ini menyajikan kritik dan kontroversi yang beredar di publik berdasarkan analisis berbagai sumber. Evaluasi kritis ini penting untuk demokrasi yang sehat dan akuntabilitas pemerintahan.

📊 Data Kontroversi

Rp 71 T
Biaya Program Makan Gratis/Tahun
30%+
Kenaikan Harga BBM
109
Jumlah Menteri & Wakil
15.9%
Rasio Utang terhadap PDB
🍽️

Kontroversi Program Makan Gratis

Program flagship yang menuai banyak kritik dari berbagai kalangan.

  • Biaya sangat besar: Rp 71 triliun per tahun
  • Kekhawatiran sustainability jangka panjang
  • Implementasi yang belum jelas dan terstruktur
  • Potensi pemborosan anggaran negara
  • Infrastruktur pendukung belum memadai

Kenaikan Harga BBM

Kebijakan yang langsung berdampak pada daya beli masyarakat.

  • Pertalite naik 30% menjadi Rp 10.000/liter
  • Solar naik 36% menjadi Rp 9.100/liter
  • Meningkatkan inflasi dan harga barang
  • Memberatkan masyarakat kelas menengah ke bawah
  • Timing yang tidak tepat di tengah ekonomi sulit
👔

Kabinet Gemuk "Merah Putih"

Kabinet terbesar dalam sejarah Indonesia yang menuai kritik.

  • 109 menteri dan wakil menteri - terbanyak sepanjang sejarah
  • Biaya operasional kabinet sangat tinggi
  • Dinilai sebagai politik balas budi
  • Tidak efisien dan overlapping tugas
  • Bertentangan dengan prinsip efisiensi birokrasi
💸

Beban APBN yang Meningkat

Kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal negara.

  • Defisit anggaran yang terus membengkak
  • Utang pemerintah mencapai Rp 8.900 triliun
  • Program-program populis tanpa sumber pembiayaan jelas
  • Beban bunga utang yang terus meningkat
  • Risiko krisis fiskal jangka panjang
🏛️

Pelemahan Demokrasi

Kekhawatiran terhadap konsolidasi kekuasaan yang berlebihan.

  • Kabinet koalisi raksasa tanpa oposisi kuat
  • Revisi UU yang melemahkan checks and balances
  • Kontrol berlebihan terhadap lembaga independen
  • Pembatasan ruang kritik dan kebebasan pers
  • Dinasti politik yang semakin menguat
⚖️

Isu HAM dan Masa Lalu

Catatan hak asasi manusia yang masih menjadi pertanyaan.

  • Kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas
  • Tidak ada pengakuan atau permintaan maaf publik
  • Kekhawatiran dari aktivis HAM domestik dan internasional
  • Stigma negatif di forum internasional
  • Trauma korban yang terabaikan
🎭

Politik Dinasti

Nepotisme dan dinasti politik yang semakin mengkhawatirkan.

  • Penempatan keluarga di posisi strategis
  • Anak presiden menjadi wakil presiden
  • Meritokrasi yang terabaikan
  • Oligarki politik yang semakin kuat
  • Regenerasi kepemimpinan yang terhambat
🏗️

IKN: Proyek Megah yang Diragukan

Kekhawatiran terhadap kelanjutan proyek ibu kota baru.

  • Biaya pembangunan yang sangat besar
  • Dampak lingkungan yang belum jelas
  • Prioritas yang dipertanyakan di tengah krisis ekonomi
  • Ketidakpastian investor dan funding
  • Infrastruktur pendukung yang belum memadai
📚

Pendidikan: Slogan tanpa Implementasi

Janji pendidikan yang belum terealisasi dengan baik.

  • Program "merdeka belajar" yang membingungkan
  • Kesejahteraan guru honorer yang terabaikan
  • Infrastruktur sekolah di daerah terpencil masih memprihatinkan
  • Kurikulum yang terus berubah tanpa evaluasi matang
  • Digitalisasi yang tidak merata
🏥

Krisis Kesehatan yang Terabaikan

Sistem kesehatan yang masih rapuh dan bermasalah.

  • BPJS kesehatan defisit kronis
  • Antrian panjang dan layanan tidak optimal
  • Kesenjangan fasilitas kesehatan kota-desa
  • Tenaga medis yang overworked dan underpaid
  • Obat dan peralatan medis yang sering kosong
🌾

Petani: Janji Kosong Swasembada

Program pertanian yang tidak menyentuh akar masalah.

  • Harga pupuk dan bibit yang terus naik
  • Import beras masih tinggi
  • Regenerasi petani yang stagnan
  • Alih fungsi lahan pertanian yang terus terjadi
  • Subsidi yang tidak tepat sasaran
🔨

Buruh dan Pekerja Terabaikan

Kebijakan ketenagakerjaan yang pro-pengusaha.

  • UU Cipta Kerja yang merugikan buruh
  • Upah minimum yang tidak sepadan dengan inflasi
  • PHK massal tanpa jaminan yang memadai
  • Sistem outsourcing yang eksploitatif
  • Kesehatan dan keselamatan kerja yang minim
🌳

Lingkungan: Retorika vs Realita

Komitmen lingkungan yang tidak konsisten dengan kebijakan.

  • Deforestasi yang terus berlanjut
  • Izin tambang di hutan lindung
  • Polusi udara di kota-kota besar tidak tertangani
  • Komitmen emisi karbon yang tidak tercapai
  • Energi fosil masih dominan
💼

Pengangguran dan Kemiskinan

Masalah struktural yang belum terselesaikan.

  • Tingkat pengangguran terbuka masih tinggi
  • Pekerjaan informal tanpa jaminan sosial
  • Kesenjangan pendapatan yang melebar
  • Program bantuan sosial yang tidak sustainable
  • Mobilitas sosial yang terhambat
🏛️

Korupsi: Masih Sistemik

Pemberantasan korupsi yang stagnan dan selektif.

  • Kasus korupsi kakap yang lambat ditangani
  • Pelemahan KPK melalui revisi UU
  • Transparansi anggaran yang minim
  • Nepotisme dalam pengadaan barang dan jasa
  • Impunitas bagi pejabat tinggi
📱

Sensor dan Pembungkaman Kritik

Pembatasan kebebasan berpendapat yang mengkhawatirkan.

  • Pemanggilan aktivis dan jurnalis kritis
  • UU ITE yang digunakan untuk membungkam kritik
  • Media sosial yang diawasi ketat
  • Intimidasi terhadap akademisi dan intelektual
  • Narasi tunggal yang dipaksakan